Selasa, 18 April 2017

Anjuran Mempelajari Al-Qur'an Dan Memahaminya Bagian 0002





ANJURAN MEMPELAJARI AL-QUR'AN DAN MEMAHAMINYA



وَقَدْ أَعْلَمَهُمْ فِيهِ عَنِ اللَّهِ تَعَالَى أَنَّهُ نَدَبَهُمْ إِلَى تَفَهُّمَهُ

Dan sungguh Nabi saw telah memberitahukan kepada mereka di dalamnya dari Allah Ta'ala bahwasannya merenungi kepada Al-Qur'an dan memahaminya 

فَقَالَ تَعَالَى : ﴿ أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا ﴾ [ النِّسَاءِ : ٨٢ ]

Maka firman Allah Ta'ala : ﴾ maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur:an ? Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya ﴿. [ QS. An-Nisa' : 82 ] 

وَقَالَ تَعَالَى : ﴿ كِتَابٌ أَنزلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ ﴾ [ ص : ٢٩ ]

Dan firman Allah Ta'ala : ﴾ (Al-Qur'an ini) sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu (dan ummatmu wahai Muhammad) Kitab yang banyak faedah-faedah dan manfaatnya untuk mereka memahami dengan teliti kandungan ayat-ayat-Nya dan untuk orang-orang yang berakal sempurna beringat mengambil iktibar ﴿. [ QS. Shad : 29 ] 

وَقَالَ تَعَالَى : ﴿أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا﴾ [ مُحَمَّدٍ : ٢٤ ] 

Dan firman AllahnTa'ala : ﴾ Maka apakah mereka tidaka memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci ﴿. [ QS. Muhammad : 24 ] 

فَالْوَاجِبُ عَلَى الْعُلَمَاءِ الْكَشْفُ عَنْ مَعَانِي كَلَامِ اللَّهِ، وَتَفْسِيرُ ذَلِكَ، وَطَلَبُهُ مِنْ مَظَانِّهِ، وتَعلُّم ذَلِكَ وَتَعْلِيمُهُ

Maka di wajibkan atas para Ulama' menggali dari makna Kalamullah dan menafsirkan hal itu dan mencarinya dari pandangannya dan mempelajarinya hal itu dan mengajarkannya 

كَمَا قَالَ تَعَالَى : ﴿ وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلا فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ ﴾ [ آلِ عِمْرَانَ : ١٨٧ ]

Sebagaimana firman Allah Ta'ala : ﴾ Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu) : Hendaklah kamu menerangkan isi Kitab (Al-Qur'an) itu kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya, lalu mereka melemparkan janji itu kebelakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sesikit, amatlah buruk tukaran yang mereka terima ﴿. [ QS. Al-Imran : 187 ] 

وَقَالَ تَعَالَى : ﴿ إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلا أُولَئِكَ لَا خَلاقَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ وَلا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴾ [ آلِ عِمْرَانَ : ٧٧ ]

Dan firman Allah Ta'ala : ﴾ Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpaj mereka dengan harga yang sedikit, merrka itu tidak dapat bagian (pahala) di akhirat dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka, bagi mereka adzab yang pedih ﴿. [ QS. Al-Imran : 77 ] 

فَذَمَّ اللَّهُ تَعَالَى أَهْلَ الْكِتَابِ قَبْلَنَا بِإِعْرَاضِهِمْ عَنْ كِتَابِ اللَّهِ إِلَيْهِمْ، وَإِقْبَالِهِمْ عَلَى الدُّنْيَا وَجَمْعِهَا، وَاشْتِغَالِهِمْ بِغَيْرِ مَا أُمِرُوا بِهِ مِنَ اتِّبَاعِ كِتَابِ اللَّهِ. فَعَلَيْنَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ أَنْ نَنْتَهِيَ عَمَّا ذمَّهم اللَّهُ تَعَالَى بِهِ، وَأَنْ نَأْتَمِرَ بِمَا أُمِرْنَا بِهِ، مِنْ تَعَلُّم كِتَابِ اللَّهِ الْمُنَزَّلِ إِلَيْنَا وَتَعْلِيمِهِ، وَتَفَهُّمِهِ وَتَفْهِيمِهِ

Maka Allah Ta'ala mencela ahli kitab sebelum kita dengan memalingkan mereka dari Kitabullah kepada mereka dan mereka mengejar atas dunia dan menghimpunnya dan mereka sibuk dengan selain apa yang di perintah Allah dengannya dari mengikuti Kitab Allah, maka telah menjadi kewajiban atas kami wahai kaum muslimin untuk mengakhiri dari apa yang menyebabkan mereka dicela oleh Allah Ta'ala dengannya dan mengerjakan dengan apa yang di perintah Allah dengannya dari mempelajari Kitabullah yang di turunkan kepada kita dan mengajarkannya dan memahaminya dan memberi tahu pemahamannya 

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى : ﴿ أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نزلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ ۞ اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ﴾ [ الْحَدِيدِ : ١٦-١٧ ] 

Firman Allah Ta'ala : ﴾ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tundukkan hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah di turunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik * Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya, sesungguhnya kami telah menjelaskan kepadami tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya ﴿. [ QS. Al-Hadid : 16-17 ] 

فَفِي ذِكْرِهِ تَعَالَى لِهَذِهِ الْآيَةِ بَعْدَ الَّتِي قَبْلَهَا تَنْبِيهٌ عَلَى أَنَّهُ تَعَالَى كَمَا يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا، كَذَلِكَ يُلِينُ الْقُلُوبَ بِالْإِيمَانِ بَعْدَ قَسْوَتِهَا مِنَ الذُّنُوبِ وَالْمَعَاصِي، وَاللَّهُ الْمُؤَمَّلُ الْمَسْؤُولُ أَنْ يَفْعَلَ بِنَا ذَلِكَ، إِنَّهُ 

Maka dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkannya pada ayat ini setelah ayat yang sebelumnya memperingatkan atas makhluk-Nya bahwasannya sebagaimana Allah Ta'ala menghidupkan bumi setelah matinya, begitu juga Allah melunakkan hati dengan iman setelah kerasnya karena prngaruh dari dosa dan maksiat dan hanya kepada Allah mengharapkan bimbingan agar Allah melakukan hal itu krpda kita, sesungguhnya 

TAFSIR IBNU KATSIR HALAMAN 06 

جَوَادٌ كَرِيمٌ 

Maha Pemurah dan Maha Mulia 

TAFSIR IBNU KATSIR HALAMAN 07 

Wallahu A'lam Bish-Showab

Minggu, 16 April 2017

Kata Pengantar Bagian 0001




تفسير ابن كثير 

المؤلف

الحافظ عماد الدين ابى الفداء اسماعيل
بن عمر بن كثير القرشي الدمشقي
الشافعي

============================================





KATA PEGANTAR 



مُقَدِّمَةُ ابْنِ كَثِيرٍ 

Kata Pengantar Ibnu Katsir



قَالَ الشَّيْخُ الْإِمَامُ الْأَوْحَدُ، الْبَارِعُ الْحَافِظُ الْمُتْقِنُ، عِمَادُ الدِّينِ أَبُو الْفِدَاءِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْخَطِيبِ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ كَثِيرِ الْبَصْرَوِيُّ الشَّافِعِيُّ، رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى، وَرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ : الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي افْتَتَحَ كِتَابَهُ بِالْحَمْدِ فَقَالَ : 

Syekh satu-satunya Imam yang terampil, yang hafidz, yang unggul yaitu 'Imaduddin  Abul Fida' Isma'il Bin Al-Khatib Abu Hafs 'Umar Bin Katsir Al-Bashrowi Asy-Syafi'i Rahimahullahu Ta'ala Wa Radhiyallahu 'Anhu : Segala puji bagi Allah yang telah membuka kitab-Nya dengan pujian, maka Allah berfirman : 

﴿ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۞ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ۞ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴾ [ الْفَاتِحَةِ : ٢-٤ ] 

﴾ Segala Puji bagi Allah, Tuhan semesta alam * Maha pemurah lagi Maha Penyayang * Yang menguasai di hari pembalasan ﴿. [ QS. Al-Fatihah : 2-4 ] 

وَقَالَ تَعَالَى : ﴿ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا ۞ قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا ۞ مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا ۞ وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ۞ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا ﴾ [ اَلْكَهْفِ : ١-٥ ] 

Dan Allah Ta'ala berfirman : ﴾ Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Dia tidak mengadakan ke bengkokan di dalamnya * Sebagai bimbingan yang lurus untuk memperingatkan akan siksaan yang sangatnpedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal shaleh bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik * mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya * Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata : Allah mengambil seorang anak * Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka, alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta ﴿. [ QS. Al-Kahfi : 1-5 ] 

وَافْتَتَحَ خَلْقِهِ بِالْحَمْدِ، فَقَالَ تَعَالَى : ﴿ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ ﴾ [ الْأَنْعَامِ : ١ ]

Dan Allah membuka penciptaan-Nya dengan pujian, maka Allah Ta'ala berfirman : ﴾ Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka ﴿. [ QS. Al-An'am : 1 ] 

وَاخْتَتَمَهُ بِالْحَمْدِ، فَقَالَ بَعْدَ ذِكْرِ مَآلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَأَهْلِ النَّارِ :  ﴿ وَتَرَى الْمَلائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴾ [ الزُّمَرِ : ٧٥ ]

Dan Allah menutup ciptaan-Nya dengan pujian, maka setelah menyebutkan tempat Ahli Surga dan Ahli Neraka, Allah berfirman : ﴾ Dan kamu akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling 'Arasy bertasbih sambil memuji Tuhannya dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan di ucapkan : segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam ﴿. [ QS. Az-Zumar : 75 ] 

وَلِهَذَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى : ﴿ وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الأولَى وَالآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ﴾ [ الْقَصَصِ : ٧٠ ] 

Dan karena ini Allah Ta'ala berfirman : ﴾Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak di sembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu di kembalikan ﴿. [ QS. Al-Qashash : 70 ] 

كَمَا قَالَ : ﴿ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ ﴾ [ سَبَأْ : ١ ]

Sebagaimana firman Allah : ﴾ Segala puji bagi Allah yang memiliki apa di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui ﴿. [ QS. Saba' : 1 ] 

فَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ، أَيْ : فِي جَمِيعِ مَا خَلَقَ وَمَا هُوَ خَالِقٌ، هُوَ الْمَحْمُودُ فِي ذَلِكَ كُلِّهِ، كَمَا يَقُولُ الْمُصَلِّي :

Maka kepada-Nya segala puji yang pertama dalam dunia dan akhirat, maksudnya : dalam semua apa yang telah di ciptakan dan apa yang sedang di ciptakan adalah Dia yang Maha Terpuji dalam semuanya itu, sebagaimana yang telah di katakan dari orang yang melakukam shalat : 

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Ya Allah, Tuhan kami kepada-Mu segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu aetelah itu 

وَلِهَذَا يُلْهَمُ أَهْلُ الْجَنَّةِ تَسْبِيحَهُ وَتَحْمِيدَهُ كَمَا يُلْهَمُوْنَ النَّفَسِ، أَيْ : يُسَبِّحُونَهُ وَيَحْمَدُونَهُ عَدَدَ أَنْفَاسِهِمْ، لِمَا يَرَوْنَ مِنْ عَظِيمِ نِعَمِهِ عَلَيْهِمْ، وَكَمَالِ قُدْرَتِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ، وَتَوَالِي مِنَنَّهُ وَدَوَامِ إِحْسَانِهِ

Dan karena ini, Allah mengilhami kepada Ahli Surga untuk bertasbih dan bertahmid kepada-Nya sebagaiman mereka di beri ilham untuk bernafas, maksudnya : bertasbih dan bertahmid kepada-Nya dengan bilangan nafas mereka karena apa yang dirasakan dari kebesara nikmat-Nya atas mereka dan seperti tempat kekuasaan-Nya dan kebesaran pengaruh-Nya dan terus-menerus dan anugerah-Nya dan kekal kebaikan-Nya 

كَمَا قَالَ تَعَالَى : ﴿ إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الأنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ۞ دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴾ [ يُونُسَ : ٩-١٠ ]

Sebagaimana firman Allah Ta'ala : ﴾ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka di beri petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan * Do'a mereka di dalamnya adalah SUBHANAKALLAHUMMA dan salam penghormatan mereka adalah SALAM dan penutup do'a mereka adalah AL-HAMDULILLAHI ROBBIL 'AALAMIN ﴿. [ QS. Yunus : 9-10 ] 

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رُسُلَهُ : ﴿ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ﴾ [ النِّسَاءِ : ١٦٥ ]

Dan segala puji bagi Allah yang mengutus Rasul-Nya : ﴾ Sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagian manusia untuk menyembah Allah setelah Rasul-rasul itu di utus ﴿. [ QS. An-Nisa' : 165 ] 

وَخَتَمَهُمْ بِالنَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الْعَرَبِيِّ الْمَكِّيِّ الْهَادِي لِأَوْضَحِ السُّبُلِ، أَرْسَلَهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ مِنَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ، مِنْ لَدُنْ بَعْثَتِهِ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ، كَمَا قَالَ تَعَالَى : ﴿ قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ 

Dan Allah mengakhiri mereka dengan Nabi yang Ummi dari Arab dan yang berasal dari Makkah yang memberi petunjuk untuk menjelaskan jalan yang lurus, Allah telah mengutusnya kepada semua makhluk-Nya dari kalangan manusia dan jin, dari pengutusan sebagai Rasul sampai detik-detik hari kiamat, sebagaimana firman Allah Ta'ala : ﴾ Katakanlah : Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah 

TAFSIR IBNU KATSIR HALAMAN 05

إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ﴾ [ اَلْأَعْرَافْ : ١٥٨ ]

kepada kalian semua yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada ilah yang berhak di sembah selain Dia yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk ﴿. [ QS. Al-A'raf : 158 ] 

وَقَالَ تَعَالَى : ﴿ لأنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ ﴾ [ الْأَنْعَامِ : ١٩ ]

Dan firman Allah Ta'ala : ﴾ Supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang menyampaikan Al-Qur'an (kepadanya) ﴿. [ QS. Al-An'am : 19 ] 

فَمَنْ بَلَغَهُ هَذَا الْقُرْآنُ مِنْ عَرَبٍ وعَجَم، وأسودَ وأحمرَ، وَإِنْسٍ وَجَانٍّ، فَهُوَ نَذِيرٌ لَهُ

Maka barangsiapa yang menyampainnya tentang Al-Qur'an ini baik dari orang 'Arab dan orang 'Ajam dan orang yang berkulit hitam dan orang yang berkulit merah dan manusia dan jin, maka hal itu adalah sebagai peringatan kepadanya 

وَلِهَذَا قَالَ تَعَالَى : ﴿وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الأحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ﴾ [ هُودٍ : ١٧ ]  

Dan karena ini Allah Ta'ala berfirman : ﴾ Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur'an maka nerakalah ancamannya ﴿. [ QS. Al-Hud : 17 ] 

فَمَنْ كَفَرَ بِالْقُرْآنِ مِمَّنْ ذَكَرْنَا فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ، بِنَصِّ اللَّهِ تَعَالَى

Barangsiapa yang ingkar pada Al-Qur'an dari orang yang telah kami sebutkan, maka nerakalah ancamannya dengan berdasarkan Firman Allah Ta'ala 

وَكَمَا قَالَ تَعَالَى : ﴿ فَذَرْنِي وَمَنْ يُكَذِّبُ بِهَذَا الْحَدِيثِ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ ۞ وَأُمْلِي لَهُمْ ﴾ [ الْقَلَمِ : ٤٤-٤٥ ] 

Dan sebagaimana Firman Allah Ta'ala : ﴾ Maka serahkanlah (Ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan dengan perkataan ini (Al-Qur'an), nanti kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui * Dan aku memberi tangguh kepada mereka ﴿. [ QS. Al-Qalam : 44-45 ] 

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : 《 بُعِثتُ إِلَى الْأَحْمَرِ وَالْأَسْوَدِ 》

Dan Rasulullah saw bersabda : 《 Dan aku di utus kepada orang yang berkulit merah dan yang berkulit hitam 》  

قَالَ مُجَاهِدٌ : يَعْنِي : الْإِنْسَ وَالْجِنَّ فَهُوَ صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ إِلَى جَمِيعِ الثَّقَلَيْنِ : الْإِنْسُ وَالْجِنُّ، مُبَلِّغًا لَهُمْ عَنِ اللَّهِ مَا أَوْحَاهُ إِلَيْهِ مِنْ هَذَا الْكِتَابِ الْعَزِيزِ الَّذِي ﴿لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلا مِنْ خَلْفِهِ تَنزيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ﴾ [ فُصِّلَتْ : ٤٢ ] 

Mujahid berkata : maknanya adalah manusia dan jin, maka Nabi saw di utus kepada seluruh ummat yaitu manusia dan jin untuk menyampaikan kepada mereka dari apa yang telah di wahyukan Allah kepadanya dari kitab (Al-Qur'an) yang mulia ini, yang ﴾ tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan baik dari fepan maupun dari belakangnya yang di turunkan dari (Rabb) yang Maha bijaksana lagi Maha Terpuji﴿. [QS. Fushshilat : 43] 

TAFSIR IBNU KATSIR HALAMAN 06 

Wallahu A'lam Bish-Showab